SIDOARJO, NU’S MEDIA – Sidoarjo 14 Januari 2019 Kajian ilmu yang selenggarakan oleh Forum Diskusi PC. IPNU IPPNU Sidoarjo. Dengan Tema “ Sorry Gue Sibuk” dengan narasumber Rekan M. Abidul Mursyid selaku Ketua PC. IPNU Sidoarjo, yang mengupas isi kandungan dari Surat Abasa ayat 33 – 42. Dimana inti kandungan ayat tersebut adalah Pada saat hari kiamat manusia akan panik/bingung dan sibuk, sehingga tidak mempedulikan satu sama lain. Ada yang tertawa sendiri, ada yang berlarian tanpa busana.

Pada ssat ini, yang dikatakan sibuk hanyalah sebuah alasan atau alibi untuk menghindari tanggung jawab yang di bebankan atau bisa disebut “Sok SIbuk”, karena sibuk yang sesungguhnya adalah pada saat Hari Kiamat nanti. Jika dihubungkan dengan organisasi IPNU IPPNU, yang mana organisasi ini mengharuskan kader nya untuk “ngober – ngoberno” atau selalu menyempatkan waktu. Karena dalam organisasi IPNU IPPNU, yang berfokus di ranah pelajar dan pemuda, alangkah baiknya di usia yang masih belia seperti kader – kader IPNU IPPNU, kita harus bisa lebih memanfaatkan momen ketika masih aktif di organisasi. Jika dikaitkan dengan bahasan diatas, maka kader kader IPNU IPPNU jangan menyibukkan diri dengan hal hal yang kurang bermanfaat atau aktifitas yang lebih banyak Mudhorot nya dan lebih aktif di dalam organisasi yang sifatnya Sosial kemasyarakatan.

Mengutip sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, Rasulullah pernah menasehati Seseorang :
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“ Manfaatkanlah 5 perkara sebelum 5 perkara : masa mudamu sebelum masa tua mu, sehatmu sebelum sakitmu, kaya sebelum miskinmu, luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu”

Didalam hadist tersebut ada ungkapan “masa luangmu sebelum sibukmu”. bahasan dalam kajian ini mengingatkan kepada kita untuk memanfaatkan waktu sebaik baiknya sebelum datangnya 5 perkara tadi.

Yang sering kita alami, kita merasa sibuk dengan aktifitas Duniawi sampai kita lupa dengan aktifitas Ukhrowi kita, seperti contohnya kita sering menomor duakan urusan Sholat 5 waktu, bahkan sampai meninggalkannya. Contoh kecil itu semoga menjadi motivasi dan cambukan buat kita sebagai genersi muda agar menyempatkan diri untuk melakukan aktifitas yang bermanfaat untuk diri sendiri lebih lebih untuk orang lain.

Sooo gaes … sudah saatnya kita merubah aktifitas yang lebih banyak mudhorotnya menjadi aktifitas yang lebih profuktif, seperti aktif dalam organisasi IPNU IPPNU. Selamat Belajar Berjuang dan Bertaqwa.

Penulis : Fariz bin Ali Muhammed

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here