Berkembangnya Komunitas Royatul Islam (KARIM), PC IPNU-IPPNU Sidoarjo tidak tinggal diam. Abidul Mursyid, Ketua PC IPNU Sidoarjo mengintruksikan, seluruh pengurus maupun kader IPNU-IPPNU Sidoarjo harus mencegah adanya komunitas yang diduga radikal ini tumbuh di wilayahnya. Hal ini dikarenakan IPNU-IPPNU merupakan Banom NU di tingkat pelajar yang setia menjaga falsafah pancasila di Indonesia.

“Apapun namanya, entah berupa organisasi, komunitas ataupun yang lainnya, jika tujuannya sama dengan HTI, yakni menegakkan Khilafah di Indonesia, kita semua wajib menolaknya!” Ucap Abidul Mursyid di Kantor Cabang IPNU-IPPNU Sidoarjo. Saat ini, lanjut Abid, kita tidak boleh diam saja. Sebab mereka sudah resmi dilarang oleh Pemerintah Indonesia.

Maka dari itu, kami instruksikan kepada seluruh kader IPNU-IPPNU mulai dari Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK) maupun Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) untuk melakukan peninjauan di sekolah mana saja yang berpotensi atau bahkan sudah dimasuki KARIM. Imbuh Abid.

Perlu diketahui, KARIM merupakan komunitas yang diduga benih dari organisasi terlarang, HTI. KARIM sendiri aktif melakukan pendekatan kepada komunitas pemuda Islam maupun kalangan pelajar. Sekilas memang terlihat berbada. Terlebih nama yang dipakai bukan lagi HTI.

Nama HTI sendiri sudah tidak digunakan di kalangan mereka (KARIM. Red). Akan tetapi symbol dan tujuannya tetap sama. Yakni tegaknya khilafah di Indonesia. Tentu ini bertentangan dengan asas Pancasila yang sudah final dan harga mati bagi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jika diamati, betapa bahayanya gerakan ini. Berdalih mensyiarkan agama dengan membawa symbol bendera bertuliskan kalimah tauhid. Akan tetapi itu semua hanya kepentingan politik semata. Mempengaruhi pemuda dan pelajar yang belum paham Islam sepenuhnya agar kelak berjuang untuk menentang pancasila dan menegakkan khilafah di Indonesia.

“Melihat bahayanya gerakan KARIM di Indonesia, mari kita cegah faham-faham radikal yang gagal paham tentang Khilafah ini. Mari kita lindungi para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa ini dari ideologi terlarang yang telah mereka sebarkan.” Pungkas Abid.

Sebagaimana diketahui bersama, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) telah dibubarkan oleh pemerintah sesuai  Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Bahkan Perkara kasasi HTI bernomor 27 K/TUN/2019 yang resmi diputuskan pada 14 Februari kemarin.

Dalam putusannya, sidang yang dipimpin Hakim Agung Is Sudaryono itu menyatakan menolak gugatan HTI. Berarti sudah sangat jelas bahwa HTI sudah resmi dibubarkan dan dilarang di Indonesia.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here