Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Waru, Sidoarjo gelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Minggu, 24 Maret 2019. Program wajib yang diselenggarakan di akhir periode ini bertempat di Sekolah MTS Darul Ulum Waru.

Tema Konferancab ke-26 IPNU dan ke-25 IPPNU yakni Dominasi Pelajar Aswaja “Berdayakan Potensi, Menguatkan Struktur, Membina Kultur”. Diangkatnya tema tersebut tidak lain agar IPNU-IPPNU Waru senantiasa unggul diberbagai sektor.

Mulai dari berkembangnya potensi kader. Kuatnya struktur organisasi yang sesuai dengan AD/ART PP IPNU-IPPNU. Selain itu, kultur atau budaya NU yang harus tetap dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Itu semua tidak lepas dari akibat yang dirasakan selama berjalannya tiga poin penting tersebut. Yakni hidupnya seluruh Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) yang ada di Waru.

“Alhamdulillah total Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat sekarang ada 30.” Ucap Saiful Wahid ketika memberikan sambutan. Dan alhamdulillah juga, seluruhnya hidup. Imbuhnya. Abidul Mursyid, ketua PC IPNU Sidoarjo memberikan apresiasi kepada PAC IPNU-IPPNU WARU.

“PAC IPNU-IPPNU Waru ini termasuk legendaris. Kami harapkan nantinya masa kejayaan Waru, Yang dulu bisa diraih di tingkat PC, itu bisa terulang kembali.” Ungkap Abidul Mursyid. Diketahui, sekitar tahun 1990 hingga awal tahun 2000, PAC IPNU-IPPNU Waru merupakan acuan bagi PAC se-Sidoarjo.

Terbukti, Nur Ahmad Syaifuddin, Sekretaris PAC IPNU-IPPNU Waru saat itu, sekarang diberi amanah sebagai Wakil Bupati Sidoarjo. Saat itu Cak Nur, panggilan akrab Wakil Bupati Sidoarjo mendampingi Muhammad Mustofa yang menjabat sebagai Ketua PAC IPNU Waru.

Berbicara kaderisasi, pasti berbicara distribusi. Setelah kami amati, kebanyakan Kepala desa di waru merupakan kader dari IPNU-IPPNU sendiri. Selain itu, hampir seluruh proses kaderisasi di PAC IPNU-IPPNU Waru berjalan dengan mandiri. Pungkas Abidul Mursyid.

Fahrur Rozi, Ketua MWC-NU Waru mengatakan, IPNU-IPPNU, Ansor, Fatayat, Muslimat dan pengurus NU sendiri, nawaitunya harus berdakwah. Ketika melakukan apapun, niatnya harus berdakwah. Dakwahnya, Islam yang Islamnya sudah ditentukan, yang sudah diarahkan oleh Mbah Hasyim. Yaitu Islam ahlusunnah wal jamaah ala Nahdlatul Ulama.Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here