Maraknya tragedi yang menunjukkan terkikisnya moral pelajar Indonesia menjadi perhatian khusus bagi PC IPNU-IPPNU Sidoarjo. Dalam acara Sholawat Cinta Untuk Bangsa yang dilaksanakan Sabtu (30/03), Abidul Mursyid, ketua PC IPNU Sidoarjo menyinggung perihal tersebut.

“kita lihat pelajar-pelajar saat ini sudah banyak yang mulai kehilangan sopan santunnya.” Ucap Rekan Abid, sapaan akrab ketua PC IPNU Sidoarjo. Seperti yang kemarin terjadi, ada pelajar berani melakukan tindakan kekerasan terhadap gurunya. Imbuh Abid.

Memberikan perhatian lebih terhadap pelajaran di Indonesia merupakan tugas yang haqiqi bagi PC IPNU-IPPNU Sidoarjo. Mengingat, IPNU-IPPNU sendiri merupakan Banom daru NU di tingkat pelajar. Terlebih di daerah Sidoarjo.

Acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Lebo, Sidoarjo ini sekaligus deklarasi: Pelajar dan Santri NU Senantiasa menyebarkan Virus-Virus Perdamaian dan Menjadi Pelajar yang Bermoral.

Deklarasi yang disampaikan dalam peringatan Isra’ Mi’raj tersebut menyerukan agar Pelajar dan Santri NU senantiasa menjaga akhlaq dan sopan santunnya. Baik kepada orang yang lebih tua, guru, bahkan lebih beretika dalam berbangsa dan bernegara.

Habib Muhammad Bin Anies Bin Shahab, dalam tausiahnya menyampaikan tentang tanda-tanda kiamat. “Kita semua ini sudah berada di akhir zaman.” Ulas Habib Anies sembari menjelaskan tanda-tanda yang sudah mulai muncul saat ini.

Selain dihadiri Habib Muhammad Bin Anies Bin Shahab, Sholawat Cinta Untuk Bangsa ini juga dihadiri Habib Taufiq Al Jufri dan Habib Idris Bin Abdullah Al Masyhur.

Acara yang dimulai setelah sholat maghrib ini diawali dengan bacaan tahlil. Dilanjut bacaan sholawat dan diakhiri dengan tausiah hingga pukul 23.00 WIB.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here