Ketupat di Indonesia diperkenalkan oleh seorang Wali yang bernama Sunan Kalijaga, yakni sekitar pada abad 15 yang lalu. Perayaan ketupat sendiri dilaksanakan setelah 1 syawal, yang biasanya bertepatan Hari ke 7 Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi ini dinamakan sebagai Hari Raya Ketupat atau kalau Orang Jawa menyebutnya sebagai “Kupatan”. Di Negara-negara Asia lainnya juga memiliki ketupat atau melakukan pembuatan ketupat sama seperti di Indonesia. Akan tetapi secara filosofi pastinya mempunyai suatu perbedaan.

Pemaknaan ketupat di Indonesia sendiri yaitu Bentuknya terdapat Kotak-kotak atau segi empat menunjukkan sebuah arah mata angin, Barat, Timur, Selatan dan Utara.

Jika dilihat bentuk dari ketupat sendiri begitu rumit menunjukkan bahwasannya kehidupan itu rumit. Bentuk anyamanna sendiri dibuat berselang-seling menunjukkan bahwa setiap perbuatan manusia itu dilakukan secara selang-seling. Kehidupannya sendiri terkadang melakuka kebaikan, terkadang juga melakukan kejelekan.

Ketupat terdapat satu ujung pada bagian atasnya yakni menunjukkan akan ke Agungan Allah SWT. Setelah kita melakukan perbuatan atau kemanapun kita pergi, kita akan kembali pada Dzat yang Maha Segala-galanya yaitu Allah SWT.
Isi dari ketupat itu sendiri terbuat dari beras putih yang menunjukkan bahwa putih itu suci. Secara pemaknaannya yaitu setelah kita melakukan ibadah di bulan ramadhan maka kita akan kembali kepada kesucian, atau kembali kepada fitri.


Tradisi Hari Raya ketupat merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Setelah kita melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan, lalu kita finish dihari kemenangan yaitu Hari Raya Idul Fitri. Bentuk rasa syukur yang diaplikasikan dalam Hari Raya Ketupat berpedoman dalam Al Qur’an yakni “ Dan (Ingatlah Juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS. Ibrabim ayat 7).

Sumber : Metro TV pada Acara Melawan Lupa
Penulis : M. Sukron Aris S. (Anggota NU’S Media Sidoarjo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here