JAKARTA, 23 FEBRUARI 2020 – NU’S Media mengukir sejarah baru di kanca nasional. Departemen dan Lembaga yang menggeluti dalam bidang media PC IPNU-IPPNU Sidoarjo telah berhasil menyabet juara dua pada kejuaran film pendek tingkat nasional yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. Film pendek yang bertemakan tentang “Harmonisasi Indonesia” mengantarkan rekan-rekanita NU’S Media membawa pulang trofi juara dua. Film yang berhasil memenangkan perlombaan tersebut menceritakan tentang arti multikulturalisme yang ada di kota Sidoarjo. Kota yang dikenal sebagai kota Delta (secara arti yakni kota yang diapit oleh dua sungai) mempunyai keanekaragaman budaya dan agama.
Kota Sidoarjo merupakan kota tua yang telah ada sejak zaman kerajaan Jenggolo. Tak ayal jika dalam perjalanannya kota ini memiliki peninggalan-peninggalan kuno seperti Candi Pari dan Candi Tawangalun dan peninggalan-peninggalan lainnya. Keberagaman yang terjadi di kota Sidoarjo sangat terjaga dengan begitu rapi tanpa adanya sejumlah gesekan konflik yang bernuansa SARA. Mereka hidup berdampingan dan memiliki tingkat toleransi yang cukup tinggi. Keberagaman yang terjadi pada masyarakat Sidoarjo memberi kesan bahwa sesungguhnya perbedaan bukan merupakan suatu perpecahan, melainkan dapat menghasilkan sebuah persatuan.
Perbedaan merupakan suatu keniscayaan yang dicipkatakan oleh Tuhan agar manusia dapat menjalin suatu kerukunan dan persatuan. Film yang ditampilkan oleh tim NU’S Media memberikan sejumlah pelajaran penting pada masyarakat umum, khususnya bagi pelajar NU tentang arti suatu keberagaman. Film ini telah memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa kota Sidoarjo terjaga kerukunannya karena masyarakatnya telah sadar betul jika mereka terdiri dari beragam suku, budaya dan agama. Pesan yang disampaikan dalam film tersebut sudah selayaknya memberikan suatu aplikasi pada diri kita masing-masing dalam memaknai sebuah perbedaan agar dapat menjaganya dengan baik. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here