Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau disingkat IPNU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama yang disingkat IPPNU adalah organisasi sayap Nahdliyyin yang bergerak pada ranah pelajar, santri dan Mahasiswa, di Usianya yang ke – 66 IPNU dan IPPNU yang ke – 65, IPNU IPPNU mempunyai PR besar dan tantangan untuk mewujudkan SDM yang unggul dan mampu bersaing di segala bidang sesuai dengan Tema Harlah Keduanya. Hal ini harusnya diwujudkan dalam rumusan pola kaderisasi sesuai Zaman dan tantangan saat ini.

IPNU IPPNU organisasi yang menggarap segmen pelajar terutama fokus pada bidang pendidikan dan Akhlaqul Karimah ala Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah. IPNU IPPNU yang mempunyai jumlah kader dan banyak ter-distribusi di semua lini terutama dalam dunia pendidikan mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut bersama-sama membangun peradaban pendidikan yang maju (sesuai cita-cita pemerintah, mewujudkan Indonesia Emas 2045). tidak hanya itu, banyak juga kader-kader IPNU IPPNU yang menjadi tenaga pendidik baik di formal maupun lembaga pendidikan non formal, selain itu Organisasi IPNU IPPNU juga mempunyai Struktur Organisasi baik di lembaga pendidikan atau berbasis ke-Daerah-an (Tingkatan) seperti Pimpinan Pusat (Pusat) sampai tingkat Pimpinan Anak Ranting (Tingkat Dusun), dalam lembaga pendidikan, IPNU mempunyai kepengurusan di tingkat sekolah seperti pimpinan Komisariat (PK) dan di Perguruan Tinggi ada Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT).

Menurut Tri Pusat Pendidikan yang di populerkan Ki Hajar Dewantoro menerangkan bahwa pendidikan berlangsung di tiga lingkungan, baik di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semua usaha pendidikan jika tidak mendapat dukungan masyarakat dan keluarga tidak akan tercapai, dari ketiga unsur yang disebutkan, IPNU IPPNU masuk di tiga unsur tersebut.

Ironi Pendidikan saat ini yang santer menjadi pembicaraan publik adalah kasus bullying di sekolah-sekolah, banyak sekali kasus-kasus bullying yang kadang tidak terekspos media, bahkan sampai ada pelajar yang hampir bunuh diri karena sering di bully oleh teman-temannya, ada juga yang sampai jarinya putus karena di bully, Bullying sendiri terbagi menjadi tiga, ada bullying secara fisik, Bullying secara Verbal (Body Shaming), Bullying Sosial. dalam hal ini IPNU IPPNU wajib hadir di tengah-tengah maraknya perundungan/bullying yang terjadi, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (Keluarga dan Masyarakat), IPNU IPPNU sangat cocok sekali jika ikut berperan aktif memerangi bullying, karena IPNU IPPNU tidak hanya aktif di dalam lembaga pendidikan tapi juga IPNU IPPNU ada di luar pendidikan (Masyarakat Luas). Melalui mesin organisasinya (kader), IPNU IPPNU ikut mensosialisasikan bahaya efek bullying, sebenarnya dalam kacamata penulis, baik yang membully maupun yang di bully adalah sama-sama korban. IPNU harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menjadi contoh dan mensosialisasikan dampak bahaya bullying, karena kalau tidak, bangsa ini akan semakin lama semakin krisis moral, krisis sosial kemanusiaan, krisis keteladanan, dan krisis kepercayaan diri.

Masyarakat tentunya menunggu kader IPNU IPPNU untuk berkreasi dan membuat kegiatan-kegiatan positif yang tidak hanya fokus pada keagamaan, tapi juga melibatkan kader dalam kegiatan sosial, tentunya ini selaras dengan konsep Tawassuth, Tasamuh, Tawazun dan I’tidal.

Oleh : Agung Arie Iswanto (Koord. PC LKPT IPNU Sidoarjo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here