Subbanul yaum rijalul ghod Pemuda masa kini adalah pemimpin di masa depan. Lalu pemuda yang mempunyai karakter seperti apa yang dapat menjadi pemimpin dimasa yang akan datang? Apakah pemuda yang hari ini sibuk mabuk asmara? Apakah pemuda yang tak tentu arah malam minggu galau memikirkan dia entah kemana? Ataukah pemuda yamg acuh terhadap lingkungan yang selalu mengutamakan kepentingan pribadi? Tentu bukan. Lalu bagaimana seharusnya?
Lalu siapa contoh bagi pemuda masa kini agar menjadi pemimpin yang sukses di masa depan? Apakah artis korea atau penembang lagu lagu ambyar?
Perlu kita garis bawahi bahwa semua jawaban yang paling tepat untuk menjadi contoh dalam berbagai hal terutama dalam memimpin adalah Rasulullah SAW.
Nabi Muhammad SAW adalah seorang utusan Allah SWT yang mempunyai karakter yang cukup kompleks untuk menjadi pemimpin sepanjang zaman.
Kesuksesan beliau dalam berbagai hal merupakan tolak ukur bahwa beliau merupakan leader dan manager yang tidak akan lekang oleh zaman, kepemimpinannya terbukti sebab beliau mampu tampil di depan, mampu menampilkan ketauladanan, serta berkharisma sehingga dapat mengarahkan dan membimbing.
Beliau juga seorang manager yang pandai mengatur pekerjaan maupun bekerja sama dengan baik serta melakukan perencanaan, memimpin dan mengendalikannya untuk mencapai target sasaran yang di tentukan.[1]
Rasulallah Muhammad SAW, bukan hanya sebagai nabi akhir zaman yang hanya diutus untuk menyampaikan wahyu ilahi, bukan hanya membawa syariat syariat menuju tuhan. Namun beliau juga membawa konsep – konsep revolusi dunia, membawa tatanan kedamaian, membawa cara cara bermasyarakat, berkeluarga yang penuh cinta kasih sayang dan memberikan tauladan dalam berbangsa dan bernegara.
Keberhasilan – keberhasilan beliau yang sangat kompleks inilah yang menjadi dasar bahwa beliau adalah pemimpin terbaik sepanjang masa.
Pada dasarnya islam memandang seluruh manusia adalah khalifah (pemimpin) di muka bumi ini, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT Q,S Al-baqarah : 30 yang artinya :
“ Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat : sesunguhnya aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi ini, mereka berkata mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji engkau dan mensucikan engkau, tuhan berfirman : sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Kandungan ayat ini mempunyai kesimpulan bahwa Allah SWT menciptakan manusia di muka bumi ini agar dapat menjadi khalifah untuk mengatur apa saja yang ada di muka bumi ini seperti tumbuhan, hewan, tanah, air untuk memanfaatkannya demi kepentingan keberlangsungan dan kemaslahatan kehidupan manusia di muka bumi dengan bijak.[2]

Maka dari itu agar kita menjadi khalifah yang bijak patutlah kita mencontoh ketauladanan yang telah beliau Rasulullah SAW ajarkan. Karena dengan mencontoh dan mentaati beliau selain menjadi tolak ukur kita menjadi muslim yang taat kita akan menjadi pribadi yang sukses dalam menjadi pemimpin.
Apakah di zaman kini masih relevan kepemimpinan beliau untuk diterapkan?
Rasulullah SAW adalah nabi akhir zaman yang membawa konsep konsep kenabian dan kepemimpinan dari awal periode kenabian dari nabi Adam AS Sampai nabi Isa AS. Syariat syariat maupun cara kepemimpinan yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW adalah cara paling sempurna dari keseluruhan nabi sebelum beliau, yang berarti konsep beliau Rasulullah telah teruji di berbagai medan maupun zaman. Dan satu hal lagi yang perlu di garis bawahi yakni mulai dari ucapan, perilaku, ketetapan ketetapan beliau selalu dimonitoring dan dituntun wahyu ilahi, bukan dari hawa nafsu dan kepentingan sesaat belaka.
Maka dari itu pada zaman ini memang sangatlah perlu mulai dari hal-hal kecil dari sunnah sunnah beliau dihidupkan dalam sendi sendi kehidupan kita, apalagi dalam cara kepemimpinan yang telah dicontohkan oleh beliau Rasulullah SAW.
Tauladan beliau, konsep beliau, cara beliau Rasulullah Muhammad SAW, tidak akan pernah rapuh dimakan zaman. Karena semua ucapan, perilaku dan keputusan beliau dimonitoring dan dibimbing Allah SWT.
Kepemimpinan Rasulullah yang harus dijadikan tauladan bagi pemuda zaman kini adalah sebagai berikut :
1. Demokratis dalam mengambil keputusan.
Rasulullah Muhammad SAW dikenal oleh para sahabat sebagai pamimpin yang cerdas nan cerdik, meskipun begitu beliau tetap bermusyawarah dengan para sahabat dalam mengambil sebuah keputusan. Dikisahkan saat perang khandak akan dimulai nabi Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah, siasat kaum kafir Quraisy sangatlah kejam, sekitar 10.000 pasukan akan membumi hanguskan kota Madinah, padahal pada saat itu kota Madinah berpenduduk kurang dari 10.000 mulai dari anak anak sampai tua.
Usulan muncul dari sahabat Salman Alfarisi untuk membuat parit disekitar kota Madinah, berkat kepemimpinan beliau yang demokratis dalam mengambil keputusan maka dari permusyawaratan tersebut Rasulullah menyetujui usulan sahabat Salman Alfarisi untuk membuat parit.[3]
2. Adil dan Bijaksana
Ketika umur Rasulullah 35 tahun terjadi banjir yang sangat mengerikan di kota Makkah, semua rumah hancur terkena banjir tersebut begitu pula ka’bah. Maka di bangunlah kembali ka’bah, pada saat pemasangan batu mulia hajar aswad , para pemimpin suku di kota Makkah berseteru hebat sampai ingin saling menumpahkan darah. Hanya berebut untuk menempatkan batu hajar aswad. Akhirnya tetua suku Quraisy Abu Umayyah Bin Mughiroh berpendapat “ terimalah pengadil orang yang pertama kali masuk ka’bah melalui pintu shafa” dan semua menyetujui usulan tersebut.
Lalu masuklah Rasulullah dari pintu tersebut, ditujtuklah beliau menjadi seorang pengadil diantara mereka. Untuk menyelesaikan masalah tersebut Rasulullah menyediakan selembar kain putih, lalu di tempatkanlah hajar aswad di tengah tengah kaint. Dan meminta semua tetua suku untuk memegang ujung kain putih tersebut. Lalu diangkatlah kain putih itu di posisi hajar aswad semula kemudian diletakkanlah hajar aswad di tempatnya.[4]
Dengan solusi yang adil dan bijaksana tersebut beliau berhasil mengahiri perseteruan antar suku di Makkah yang hampir menjadi peristiwa berdarah.
3. Lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Selain tegas dan mempunyai pendirian yang kuat seorang pemimpin harus mempunyai sifat yang lemah lembut dan kasih sayang. Karena di zaman kini apalagi menjadi pemimpin di dalam organisasi keterpelajaran kepemudaan cara kita memimpin dengan otoritanian maka jangan kaget apabila kita kehilangan anggota satu persatu.
Ketauladanan ini dikisahlan dari Rasulullah saat wanita tua yang sangat berani mencerca Rasulullah. Setiap kali Rasulullah lewat depan rumahnya, wanita tua itu selalu meludahkan air liurnya di hadapan Rasulullah.
Suatu hari, Rasulullah tidak mendapati wanita tua itu meludah saat lewat di depan rumahnya. Hal itu membuat Rasulullah keheranan.
Akhirnya, Rasulullah bertanya kepada seseorang, “Hai fulan, tahukah kamu, di mana wanita pemilik rumah ini, yang selalu meludahiku setiap aku lewat depan rumahnya?”
Orang itu menjawab dengan acuh, “Apa kau tidak tahu bahwa perempuan itu sudah beberapa hari terbaring sakit?”
Mendengar jawaban itu, Rasulullah mengangguk-anggukkan kepala dan melanjutkan perjalanan menuju masjid. Setelah selesai, Rasulullah memutuskan untuk menjenguk wanita tua itu.
Mengetahui Rasulullah menjenguknya, wanita tua itu kemudian meneteskan air mata. Dia kemudian bertanya mengapa Rasulullah mau menjenguknya.
“Wahai Muhammad, mengapa engkau menjengukku, padahal aku selalu meludahimu setiap hari?” tanya wanita tua itu.
Rasulullah kemudian menjawab, “Aku yakin, engkau meludahiku karena belum tahu tentang kebenaranku. JIka engkau sudah mengetahuinya, aku yakin engkau tak akan lagi melakukannya.”
Jawaban Rasulullah membuat dada wanita tua itu sesak dan sedikit kesulitan bernapas. Si wanita kemudian mencoba mengatur napas dan menenangkan diri.
Setelah dalam keadaan tenang, wanita tua itu kemudian berbicara, “Wahai Muhammad, mulai saat ini aku bersaksi mengikuti agamamu.” Wanita tua itu kemudian mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Rasulullah. [5]
Ketiga contoh kepemimpinan ini sangatlah relevan untuk di terapkan disemua jenis organisasi di zaman kini maupun sampai akhir zaman.
Apa akibatnya jika sebagai pemimpin tidak menerapkan cara kepemimpinan Rasulullah?
Tauladan yang sempurna hanyalah beliau Rasulullah SAW, dalam semua aspek beliau sempurna dalam semua kepemimpinan beliau berhasil. Maka dari itu jika pemimpin di masa kini tidak menerapkan karakter kepemimpinan beliau dalam memimpin organisasi, lembaga maupun institusi jelas kita akan menemui kegagalan kegagalan yang serius, mulai dari di tinggalkan anggota, tidak tercapainya target sasaran suatu program dan di benci banyak pihak internal maupun eksternal.
Kita sebagai generasi penerus perjuangan bangsa yang nantinya di eluh eluhkan cara memimpin dengan segala inovasinya, tak patut jikalau masih terkungkung dalam perasaan sendiri dan selalu mementingkan diri sendiri. Mulailah dengan mencontoh sekelumit dari tauladan beliau Rasulullah SAW.
Karena di zaman ini maupun selanjutnya sampai ila yaumil qiyamah, cara, konsep dan karakter kepemimpinan dari Rasulullah Muhammad SAW tidak akan pernah ketinggalan zaman untuk di terapkan pemuda calon pemimpin masa depan.

Oleh : Yudit Agus Setiawan

Peserta LAKUT PC IPNU IPPNU SIDOARJO 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here