Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang begitu besar dengan adanya pengurus NU di daerahnya masing-masing. Besarnya NU tidak lepas dari peranan kader perempuan yang merupakan sayap perjuangan dan pergerakan NU dalam jenjang kaderisasi secara usia, mulai dari IPPNU, FATAYAT, dan MUSLIMAT. Mungkin banyak yang heran sekaligus masih bertanya-tanya kenapa harus ada kaderisasi dalam setiap organisasi. Baik itu di organisasi-organisasi di sekolah, kampus, ataupun organisasi kemasyarakatan pasti memiliki satu bagian yang mengurus kaderisasi. Apa sebegitu pentingnya kaderisasi untuk organisasi?? Mari kita telaah secara bersama-sama.
Kaderisasi bisa diibaratkan sebagi jantungnya sebuah organisasi, tanpa adanya kaderisasi rasanya sulit dibayangkan suatu organisasi mampu bergerak maju dan dinamis. Hal ini karena kaderisasilah yang menciptakan embrio-embrio baru yang nantinya akan memegang tongkat estafet perjuangan organisasi. Salah satunya adalah organisasi yang lahir dari rahim Nahdatul Ulama yakni IPPNU, IPPNU sendiri lahir sebagai wadah kader-kader muda Nahdatulul Ulama yang disini diharuskan memiliki SDM yang baik dan memiliki skill sesuai passionnya masing-masing guna menghadapi tantangan zaman. Sebab IPPNU sendiri hadir Sebagai cikal bakal untuk meneruskan estafet kaderisasi selanjutnya ditingkat yang lebih tinggi lagi yakni Fatayat dan Muslimat. Sehingga pengkaderan harus diprioritaskan untuk menyiapkan kader perempuan yang bernafaskan ahluan ahlusunah waljama’ah menjadi garda depan dalam menghadapi problematika dimasa depan.
IPPNU sebagai organisasi sayap perempuan yang bergerak ke arah yang progresif harus tumbuh menjadi perempuan yang cerdas, berakhlak mulia, dan menjadi seorang pendidik yang tidak hanya sekedar menyampaikan sebuah ilmu namun juga dapat membentuk karakter yang baik. IPPNU menjadi harapan semua untuk melanjutkan estafet pengkaderan berikutnya dengan militan dan kualitas yang unggul. Menjadi bagian dari generasi milenial yang produktif. Namun, tetap mengedepankan akhlak yang mulia sebagai pinjakan melangkah, sebab Nabi Muhamad SAW diturunkan dimuka bumi bukan menyebarkan agama Islam melainkan untuk memperbaiki akhlaq manusia dimuka Bumi, Sebagai kader perempuan Nahdatul Ulama yang nantinya akan melahirkan generasi penerus bangsa, Kader IPPNU dituntut untuk cerdas dalam pemikiran dan tindakan bukan sekedar perempuan yang cantik dalam berias dan menjadi pendamping seorang laki-laki disampingnya. Melainkan kader perempuan Nahdatul Ulama memiliki peranan penting dalam mencerdaskan anak -anak bangsa.
“Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Menjadi kader perempuan NU jangan pernah takut salah dalam proses belajar, berjuang, dan bertaqwa. Eksitensi IPPNU harus ditunjukkan melalui pemikiran dan kemampuan mentransformasikan pengetahuan dan skillnya untuk memberikan perubahan serta kemanfaatan untuk masyarakat sekitarnya” Kata Hikmatul Hidayah
Kedepannya, Harapan besar Fatayat adalah IPPNU tidak hanya berhenti dimasanya, bahkan hanya eksis ditempatnya saja. melainkan, pasca berproses di IPPNU harus terus dapat berjuang di Nahdatul Ulama. Pasalnya, NU berlambangkan bumi (Jagat) dalam bahasa Jawa mempunyai filosofis dan historis tinggi sehingga gerak nafas perjuangan kader-kader IPPNU ini nantinya akan seiring dengan perjuangan Ahlu Sunnah wal jamaah, bukan hanya memakai landasan Al-Qur’an dan hadis saja tetapi kader kader IPPNU mengunakan Ikmal dan kuas dalam menghadapi problematika yang muncul.
“Membaca akan membukakan cakrawala dunia, dan menuliskan maka namamu akan dikenang sejarah,”. Tidak pernah lelah setiap roda kaderisasi IPPNU melahirkan kader-kader hebatnya dan didistribusikan sebagai pemimpin perempuan di Indonesia. Melalui Kaderisasi awal Makesta (Masa Kesetiaan Anggota), Lakmud (Latihan Kader Muda), Lakut (Latihan Kader Utama) dan jenjang pelatihan Non Formal yang selalu digala oleh PR, PAC dan PC guna menempa Skill kemampuan kader dalam menghadapi zaman, PC IPPNU Sidoarjo komitmen dalam meneruskan perjuangan para pendiri NU dan selalu senantiasa mengabdi kepada Ulama dan bangsa. Kata Presiden Sukarno Bermimpi lah setinggi-tingginya maka kamu akan jatuh diantar bintang-bintang. Begitu banyak harapan untuk meneruskan cita-cita dan melanjutkan tongkat estafet kaderisasi IPPNU untuk melahirkan perempuan-perempuan hebat bukan hanya sekadar mengisi pos-pos kepimpinan strategis nantinya melainkan para kader perempuan IPPNU juga mempunyai kewajiban melahirkan anak-anak hebat dan cerdas dari rahim kader-kader IPPNU

 

Ditulis oleh : Ketua PC IPPNU Sidoarjo/Rekanita Hikmatul Hidayah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here